Thursday, May 22, 2014

“Petik” Sendiri Soalmu! – Serunya Ujian Matematika

Pendidikan Karakter »
Kelas 5 » Matematika 5 »
Alat dan Bahan » Sumber Daya Lokal »

Metode :: Permainan

Abstraksi

Siapa bilang ujian harus duduk diam, menulis, dan berkeringat dingin di atas kursi karena kesulitan mengerjakan soal? Ujianpun bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bahkan berlarian di dalam kelas.

Latar Belakang

Murid-murid di SDN 25 Bantan Air Kabupaten Bengkalis hampir selalu bisa mengerjakan latihan soal yang saya berikan sehari-hari, hasilnyapun bagus. Tetapi setiap  saya mengumumkan akan mengadakan ulangan atau ujian, seolah siswa-siswa tersebut mengalami mental block (karena panik dan grogi) yang menyebabkan mereka tidak mampu mengerjakan soal.
Dipilih...dipilih..., soalnya dipilih...!
Dipilih…dipilih…, soalnya dipilih…!

Kondisi Kelas

Kegiatan dilakukan di kelas berukuran 5 x 6 m dengan jumlah peserta didik 12 orang, terdiri atas 5 siswa dan 7 siswi.

Latar Belakang Penyampaian Materi

Soal penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan memiliki cara penyelesaian berbeda-beda. Kadang siswa merasa bingung, sehingga tertukar cara penyelesaian suatu operasi hitung pecahan dengan operasi hitung lainnya. Siswa juga terkadang merasa kurang percaya diri, apakah jawabannya sudah benar atau belum.

 Teori/Penjelasan Materi

Operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan biasa yang memiliki penyebut yang sama, dapat langsung dilakukan dengan menjumlahkan pembilangnya. Sedangkan operasi penjumlahan dan pengurangan pada pecahan biasa yang memiliki penyebut berbeda, proses penghitungannya harus diawali dengan menyamakan penyebut terlebih dahulu dengan cara mencari KPK-nya.
Perkalian pecahan bisa langsung diselesaikan dengan cara mengalikan antar-pembilang dan antar-penyebut. Sedangkan pembagian pecahan merupakan perkalian pecahan dengan invers-nya.

Langkah-langkah

  1. Guru menyiapkan kartu soal dengan warna yang berbeda untuk tiap jenis kartu, misalnya warna merah untuk perkalian pecahan, kuning untuk penjumlahan, hijau untuk pengurangan, dan sebagainya.
  2. Guru menempelkan kartu-kartu soal di dinding yang berbeda untuk tiap kategorinya dalam posisi dibalik. Jika kegiatan akan dilaksanakan di luar kelas, kartu bisa ditempelkan di pohon yang berbeda.
  3. Guru menempelkan kartu jawaban pada sisi dinding yang lain.
  4. Guru meminta siswa memilih soal di tiap dinding, minimal 2 soal untuk setiap kategori.
  5. Siswa diberikan waktu untuk mengerjakan tiap soal.
  6. Siswa yang sudah selesai mengerjakan soal diperbolehkan memilih jawaban dari kartu jawaban.
  7. Guru mengoreksi apakah jawaban yang mereka dapatkan sudah benar.
  8. Siswa diperbolehkan mengambil soal bonus jika masih ada sisa waktu.

Lesson Learned

Selain melatih murid-murid menyelesaikan soal-soal matematika dengan cara yang lebih seru, guru dapat menanamkan hal-hal berikut:
"Petik" Sendiri Soalmu!
“Petik” Sendiri Soalmu!
  1. Belajar antre
    Seringkali karena terlalu bersemangat memilih soal, siswa-siswa berebut dan meyebabkan kondisi menjadi kacau. Guru bisa mengingatkan siswa untuk belajar antre.
  2. Menyelesaikan konflik, belajar mengalah
    Ada kemungkinan siswa menginginkan kartu soal yang sama, ini adalah kesempatan bagi siswa untuk belajar menyelesaikan konflik dengan cara bernegosiasi dengan temannya.
  3. Bertanggung jawab terhadap pilihan
    Siswa terkadang mendapat soal yang tidak sesuai harapannya. Hal ini adalah kesempatan  siswa untuk belajar bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah mereka ambil.

Revisions: (Show)

Sumber : http://belajar.indonesiamengajar.org
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
  • STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

    PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH Badan Standar Nasional Pendidikan Tahun 2007

  • ALPEKA BOS

    ALPEKA BOS (Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan BOS Tingkat Sekolah)

  • JUKNIS PENDATAAN DAPODIKDAS 2013

    Tujuan pendataan tingkat sekolah adalah untuk memperoleh data secara langsung yang cepat, akurat,valid, lengkap, dapat dipertanggungjawabkan dan termutakhir.

  • Gelar Gr bagi Guru wajib Tahun depan

    Gelar Gr diperoleh melalui module Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dijalankan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

  • lapor Tunjangan DIKDAS

    cara login di lembar info PTK Masukan NUPTK sebagai UserID Masukan tanggal lahir sebagai password dengan format penulisan YYYYMMDD

  • Dapodik Jadi Acuan untuk Sejumlah Program Kemdikbud

    Tahun ini Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjadi acuan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam penyaluran dana untuk berbagai kebijakan, mulai dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS), rehab sekolah, Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan tunjangan profesi guru.